Latest Updates
Tampilkan postingan dengan label Makanan dan Minuman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan dan Minuman. Tampilkan semua postingan

Sejarah Kopi Luwak

Hewan LuwakKopi merupakan salah satu minuman terpopuler di dunia, sekitar dua juta manusia setiap hari meminum kopi, kopi berada di urutan kedua setelah air putih. Salah satu kopi yang paling aneh dan paling mahal di dunia adalah Kopi Luwak.

Kopi pada umumnya dipanen terlebih dahulu kemudian bijinya dipetik bila sudah matang, tetapi berbeda dengan kopi luwak. Biji kopi dibiarkan berjatuhan, kemudian petani melepaskan binatang luwak ( sejenis musang ) dan membiarkan musang memakan biji kopi yang berjatuhan tadi, kemudian petani menunggu binatang luwak itu mengeluarkan kotoran.

Biji kopi yang keluar bersamaan dengan kotoran luwak itu yang akan diproses lagi menjadi minuman kopi, yang dinamakan dengan KOPI LUWAK (Civet Coffee). Peneliti di kanada melakukan penelitian dan membuktikan bahwa kandungan protein yang terdapat di dalam perut luwak yang menjadikan kopi berfermentasi dan matang lebih sempurna. jadi rasa yang dihasilkannya pun lebih nikmat.



Sejarah kopi luwak

Berawal dari petani yang melihat hewan luwak memakan biji-biji kopi di kebun nya. Kemudian petani tersebut menangkap luwak tersebut dan mencoba untuk menyembelihnya. Saat petani ingin menyembelih musang tersebut , petani melihat kotoran-kotoran dari musang tersebut yang berceceran di kandang tempat musang di kurung, petani berpikir mengapa biji kopinya malah berantakan di kandang musang.

Petani kemudian menyembelih dan mulai merobek-robek perut musang,sampai akhirnya petani membuka isi perut dari musang tersebut dan mulai saat itulah petani melihat kotoran dari sang musang sendiri, petani merasa heran, kenapa biji kopi yang di simpan tadi sama dengan yang di dalam isi perut si musang yang disembelih.

Petani tersebut menyimpulkan biji kopi tersebut adalah hasi dari pencernaan musang sendiri,yaitu kotoran. Maka petani tersebut membuka kembali kotoran-kotoran musang itu yang telah dia simpan,Petani memikirkan jika kotoran ini mirip biji kopi,apakah bisa di masak?. Akhirnya petani ini mulai memasak kotoran musang ini.

Dan ternyata rasa dari kotoran musang ini lebih nikmat dari biji kopi biasa, akhirnya petani langsung membuat banyak kopi luwak dan menyebarluaskan rasa nikmatnya kopi ini kepada masyarakat.

Asal Usul Getuk Goreng

Getuk Goreng
Getuk Goreng adalah makanan khas Banyumas yang tepatnya dari Sokaraja yang dibuat dari ketela Pohon/singkong/cassava. Getuk goreng ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1918 oleh Sanpirngad, seorang penjual nasi keliling di daerah Sokaraja. Pada saat itu getuk yang dijual tidak laku, sehingga beliau mencari akal agar getuk tersebut masih bisa dikonsumsi. Kemudian, getuk yang tidak habis dijual pada hari itu dia goreng dan dijual lagi. Ternyata, makanan baru tersebut digemari oleh para pembeli. Rasa cemilan baru ini pas bagi lidah masyarakat Banyumas waktu itu. Tak sedikit pejuang kemerdekaan yang mampir ke warung Sanpirngad, sampai akhirnya produknya dikenal banyak orang. Toko pertamanya diberi nama nomor 1.

Oleh Sanpirngad, warung tersebut diwariskan kepada Tohirin, menantunya. Di tangan Tohirin, getuk goreng mencapai masa puncak hingga bertambah maju. Ia mampu mengubah sebuah warung nasi rames menjadi tiga buah toko getuk goreng di Sokaraja. Oleh anak cucu Tohirin, tiga toko itu dikembangkan lagi sampai akhirnya menjadi sembilan buah toko, delapan di antaranya di Sokaraja dan satu toko di Buntu Banyumas. Di luar dinasti Tohirin, mereka pun mendirikan pusat-pusat jajanan khas Purwokerto dengan menu utama getuk goreng. Rasa manis getuk goreng telah memikat ribuan orang. Karena itu pada masa menjelang dan sesudah lebaran tak sedikit pemudik yang menyempatkan diri mampir untuk membeli makanan ini sebagai oleh-oleh.

Saat ini getuk goreng dapat dengan mudah ditemui di sepanjang jalan di Sokaraja. Getuk yang digoreng juga bukan lagi getuk yang tidak laku dijual, melainkan sengaja dibuat untuk digoreng. Terletak sekitar 7 km timur Kota Purwokerto, kota kecil ini dikenal sebagai pusat jajanan. Sokaraja, demikian nama kota ini terletak di jalur utama Purwokerto-Semarang dan Purwokerto-Yogyakarta. Di kanan kiri sepanjang kota ini bisa dijumpai toko memajang berbagai jenis penganan khas Banyumas, terutama getuk goreng sokaraja.

Sebagai kota asal getuk goreng, di Sokaraja sekarang terdapat puluhan toko penjual getuk goreng. Kebanyakan orang membeli getuk goreng dan penganan khas lainnya ini untuk oleh-oleh. Jarang sekali getuk goreng Sokaraja dipasarkan atau dikirim ke luar daerah seperti produk lain. Hal ini disebabkan makanan khas dari ketela ini tak tahan lama.

Getuk goreng sangat potensial dijadikan komoditas unggulan. Persoalannya, produk panganan ini pemasaran dan distribusinya belum berjalan. Sebab produsen hanya mengandalkan pembeli yang datang ke tokonya.

Uniknya getuk goreng juga dapat disimpan dalam waktu beberapa hari tanpa rasa basi dan bau apek., untuk hasil maksimal (beberapa hari), digoreng lagipun tak masalah. Sebenarnya makanan ini sudah dikenal di berbagai kota. Terutama, melalui agen-agen travel tujuan Bandung, Jakarta, Semarang, dan kota lain. Agen travel tersebut saat lewat Sokaraja menyempatkan mampir dan penumpangnya membeli oleh-oleh khas Sokaraja itu. Jumlah pembeli getuk goreng selama arus mudik dan balik lebaran biasanya meningkat pesat. Selain pemudik, tidak sedikit wisatawan domestik yang datang ke Sokaraja sengaja mencari getuk goreng. Dalam sehari getuk goreng yang terjual 1,5 kuintal.