Latest Updates
Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan

Cara Menggunakan Aplikasi BBM di Android dan iPhone

aplikasi bbm android
Layanan instant messaging BlackBerry Messenger (BBM) sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2006 merupakan produk andalan Blackberry. Alasan BlackBerry Boyong BBM ke iOS dan Android tidak lain adalah untuk mendukung BBM sebagai solusi messaging yang berdiri sendiri. Dengan didukung Platform BlackBerry 10 dan berbekal 60 juta pengguna BBM yang aktif, BlackBerry semakin percaya bahwa BBM akan besar seperti WhatsApp yang notabene adalah layanan lintas platform dengan jumlah pengguna aktif sebanyak 200 juta user.

Aplikasi BBM lintas platform dapat diunduh dan digunakan secara gratis oleh pengguna smartphone Android dan iPhone di Indonesia  pada Sabtu, 21 September 2013, pukul 18.00 WIB. Sementara BBM di iPhone bisa diunduh pada Minggu, 22 September 2013, pukul 00.01 WIB. Selain dari Google Play dan App Store, peminat juga bisa memperoleh aplikasi BBM untuk Android dan iOS dari situs resmi BlackBerry di www.bbm.com, dengan jadwal yang sama dengan di atas.

Aplikasi BBM bisa berjalan di iPhone dengan sistem operasi iOS versi 6/7 atau Android Ice Cream Sandwich dan Jelly Bean (Android 4.x). Pengguna Android dan iPhone dapat memanfaatkan fitur andalan BBM diantaranya sebagai berikut :

1. "Chatting" ala BBM Pengguna BlackBerry tentu akrab dengan huruf kecil "D" dan "R" di BBM yang menunjukkan status pesan apabila telah terkirim dan dibaca. BBM juga menunjukkan apabila lawan bicara sedang mengetik pesan balasan. Fitur khas yang satu ini turut diboyong ke BBM di Android dan iOS.  

2. Kemampuan berbagi foto dan "voice notes" Kemampuan pengiriman lampiran file (attachment) berupa gambar atau file jenis lain adalah salah satu fitur wajib untuk aplikasi chatting masa kini. BBM pun tak alpa menyediakan fungsi tersebut.

3. BBM Group hingga 30 pengguna BBM Groups di aplikasi BBM untuk Android dan iOS mampu menampung hingga 30 pengguna berbeda. Seperti di ponsel BlackBerry, group chat ini juga mendukung sharing gambar dan jadwal antar sesama anggota, juga penyiaran satu pesan ke banyak pengguna sekaligus di dalam grup alias Broadcast Message. 

4. Notifikasi perubahan status BBM akan memberi tahu pengguna apabila ada pesan baru, perubahan status, ataupun penggantian foto Profile Picture dari teman-teman di dalam daftar kontak.

5. "Personal Identification Number" (PIN) Inilah salah satu keunikan yang membedakan BBM dari teman-temannya sesama aplikasi pesan instan. PIN dipakai untuk mengidentifikasi pengguna agar nomor telepon atau alamat e-mail tak perlu tersebar sehingga menjaga privasi.

Ketika menggunakan aplikasi BBM di android atau iOS tak ada iuran bulanan atau tahunan untuk menggunakan layanan BlackBerry ini. Satu-satunya biaya yang harus dikeluarkan oleh pengguna Android dan iPhone untuk menggunakan layanan BBM adalah paket berlangganan data dari operator seluler.

Paket data ini tak berbeda dengan paket yang biasa digunakan di ponsel Android atau iPhone untuk mengakses internet. Jadi, tak perlu berlangganan paket data khusus BlackBerry atau BlackBerry Internet Services (BIS). Agar pengguna lebih nyaman untuk berkirim pesan di BBM secara terus-menerus, disarankan untuk menggunakan paket unlimited.

Sejarah Android

Android pada mulanya adalah perusahaan kecil yang berbasis di Palo Alto, California. Perusahaan yang bernama Android, Inc ini kemudian dibeli oleh pihak Google pada tahun 2005. Beberapa orang yang masuk di sana pernah bekerja di Google, seperti Andy Rubin, pendiri Danger (perusahaan perangkat lunak), kemudian ada Rich Miner wakil pendiri Wilfire Communications, Chris White insinyur di webtv, dan Nick Sears mantan VP di T-Mobile.
Android adalah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. 

Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.

Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).


fitur-
fitur dari OS Android :

Handset layout

Platform disesuaikan dengan lebih besar, VGA, grafik 2D perpustakaan, grafis 3D perpustakaan berdasarkan OpenGL ES 1,0 spesifikasi, dan tata letak smartphone tradisional.

Storage (Penyimpanan)
Software database SQLite digunakan untuk tujuan penyimpanan data

Connectivity (Konektivitas)
Android mendukung teknologi konektivitas termasuk GSM / EDGE, CDMA, EV-DO, UMTS, Bluetooth, dan Wi-Fi.

Messaging (Pesan)
SMS dan MMS tersedia bentuk threaded pesan termasuk pesan teks.

Web browser (Web browser)
Browser web yang tersedia di Android didasarkan pada open source WebKit kerangka aplikasi.

Java support (Dukungan java)
Perangkat lunak yang ditulis di Jawa dapat dikompilasi akan dieksekusi dalam Dalvik mesin virtual, yang merupakan implementasi VM yang dirancang khusus untuk perangkat mobile digunakan, meskipun tidak secara teknis standar Java Virtual Machine.

Media support (Dukungan media)
Android berikut mendukung audio / video / masih format media: H.263, H.264 (dalam 3GP atau MP4 wadah), MPEG-4 SP, AMR, AMR-WB (dalam kontainer 3GP), AAC, HE-AAC (dalam MP4 atau kontainer 3GP), MP3, MIDI, OGG Vorbis, WAV, JPEG, PNG, GIF, BMP.

Additional hardware support (Dukungan hardware tambahan)
Android dapat menggunakan video / still camera, touchscreens, GPS, pengukur kecepatan, magnetometer, akselerasi 2D bitblits (dengan hardware orientasi, scaling, konversi format piksel) dan mempercepat grafis 3D.

Development environment (Lingkungan pengembangan)
Termasuk perangkat emulator, tools untuk debugging, memori dan kinerja profil, sebuah plugin untuk Eclipse IDE.

Market (Pasar)
Mirip dengan App Store pada iPhone OS, yang Android Pasar adalah sebuah katalog aplikasi yang dapat didownload dan diinstal untuk menargetkan hardware over-the-air, tanpa menggunakan PC. Awalnya hanya freeware aplikasi yang didukung. Paid-untuk aplikasi telah tersedia di Pasar Android di Amerika Serikat sejak 19 Februari 2009.

Multi-touch
Android memiliki dukungan asli untuk multi-touch tapi fitur dinonaktifkan pada level kernel (mungkin untuk menghindari Apple melanggar paten pada teknologi layar sentuh). Model tidak resmi telah dikembangkan yang memungkinkan multi-touch, tetapi membutuhkan superuser akses ke perangkat berkedip kernel yang unsigned.


Jenis Jenis Android, mulai dari Awal sampai saat ini :


Android versi 1.1
Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email

Android versi 1.5 (Cupcake)
Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.

Android versi 1.6 (Donut)
Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.





Android versi 2.0/2.1 (Eclair)
Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.

Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps – aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.

Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs Internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.

Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)
Pada 20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo) diluncurkan. Perubahan-perubahan umumnya terhadap versi-versi sebelumnya antara lain dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja dan aplikasi 2 sampai 5 kali lebih cepat, intergrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google Chrome yang mempercepat kemampuan rendering pada browser, pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuan WiFi Hotspot portabel, dan kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market.




Android versi 2.3 (Gingerbread)
Pada 6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread)diluncurkan. Perubahan-perubahan umum yang didapat dari Android versi ini antara lain peningkatan kemampuan permainan (gaming), peningkatan fungsi copy paste, layar antar muka (User Interface) didesain ulang, dukungan format video VP8 dan WebM, efek audio baru (reverb, equalization, headphone virtualization, dan bass boost), dukungan kemampuan Near Field Communication (NFC), dan dukungan jumlah kamera yang lebih dari satu.




Android versi 3.0 (Honeycomb)
Android 3.0 adalah versi yg secara khusus dioptimalkan untuk gadget dengan layar lebar, khususnya, dan yaitu tablet. Dalam versi ini diperkenalkan desain UI yang baru, virtual dan holografis tapi juga elegan dengan model interaksi memfokuskan pada konten.

Dalam versi ini Google membuat multitasking, notifications, Home screen customization, widgets, dan yang lainya juga menjadi lebih interaktif, vibrant, dan memberikan pengalaman 3D tapi tetap familiar dan juga lebih baik dari sebelumnya

Perubahan-perubahan yang dilakukan di versi ini antara lain pada System Bar (di bagian global status dan notifikasi), Action Bar (di bagian application control), customizable Home screens, recent Apps (untuk multitasking yang lebih mudah), keyboard (di desain ulang agar mengetik bisa lebih cepat dan akurat), text selection (copy dan paste yang lebih baik lagi), opsi connectivity yang baru, browser, camera dan gallery, contact, dan email. Semuanya itu ditujukan agar lebih maksimal di dalam tablet. dan memang versi ini sampai saat versi 4.0 resmi diumumkan hanya beredar dan dipakai di tablet.

Android versi 4.0 (Ice Cream Sandwich)
Ice Cream Sandwich didesain untuk baik itu telepon ataupun tablet.

Android ICS menawarkan banyak peningkatan dari apa yg sudah ada di Gingerbread dan Honeycomb dengan pada saat yang sama memberikan inovasi-inovasi baru.

Beberapa peningkatan itu antara lain kemampuan copy paste yang lebih baik, data logging dan warnings, dan kemampuan utk mengambilscreenshot dengan menekan power dan volume bersamaan. Selain itu keyboardnya dan kamus juga mendapat perbaikan.

Inovasi-inovasi baru di ICS antara lain penggunaan fony “Roboto.”

di Android 4.0 Ice Cream Sandwich System Bar dan Action Bar, adanya Android 4.0 Ice Cream Sandwich voice control yang memungkinkan kita mendikte teks yang ingin kita ketik. Selain itu Face Unlock merupakan salah satu hal yang menonjol di Android versi baru ini. Juga ada NFC based app yang disebut Android Bump, yang memungkinkan kita untuk bertukar informasi/data hanya dengan menyentuhkan gadget kita.

Update Galaxy Tab 7 ke Android Ice Cream Sandwich

Galaxy Tab
Update Samsung Galaxy Tab 7 telah mulai meluncurkan update Android Ice Cream Sandwich untuk jajaran tablet miliknya. Update pertama Android Ice Cream Sandwich ini dumulai untuk Galaxy Tab 7.7.


Galaxy Tab 7.7 GT-P6800 merupakan salah satu tablet unggulan dari Samsung. Tablet ini menggunakan layar berukuran 7.7 inci Super AMOLED (1280 x 800), dual-core 1.4GHZ, GPU Mali-MP 400, RAM 1GHz, memori 64GB, slot microSD, kamera belakang 3MP dengan flash dan kamera depan 2MP.

Update ICS untuk Galaxy Tab 7.7 tidak hadirkan melalui OTA (over-the-air), melainkan melalui Kies. Baca (Upgrade Android Samsung Galaxy Ace via Kies) Pengguna dapat menghubungkan Galaxy Tab 7.7 ke komputer kemudian bisa mencari paket instalasi Android 4.0. Untuk saat ini, update ICS dilaporkan baru tersedia untuk Austria, Belgia, Perancis, Spanyol, Hungaria, Italia dan Inggris.

Silahkan mengunjungi :

Cara Menyimpan Aplikasi Andriod dari Google Play ke PC

Berita baik bagi para pengguna handphone berbasis android. Aplikasi android yang saat ini hanya bisa di download melalui market android/google play sekarang sudah bisa di download dan dapat disimpan pada pc, kita hanya tinggal memindahkan file mentahnya ke memory card dan menginstal tanpa men-download di google play.

Berikut adalah langkah-langkah men-download aplikasi android mealui komputer :

  • Gunakan browser Google Chrome untuk men-download APK downloader, tapi sebelumnya klik kanan icon Google Chrome pada menu dekstop, pilih Properties kemudian pada kolom target tambahkan tulisan  [space]--ignore-certificate-errors / –ignore-certificate-errors.





  • Lanjut ke tahap setting APK Downloader, pada menu ekstension pilih option, kemudian akan muncul menu dengan 3 kolom yang terdiri dari email, password dan android device ID.

  • Tulis email dan password pada kolomnya, untuk android device ID, ketik pada tombol kontak di handpone/hp *#*#8255#*#*, lalu tekan Ok atau tekan Call.

  • Cari tulisan device ID yang terdiri dari 16 katakter, contoh : 45bgf5436jkfy321, masukan ID tersebut ke kolom android device ID di APK Downloader tadi. klik login.

  • akan ada permintaan setting ulang wilayah dan nama operator yang digunakan.

  • Semua settingan telah selesai.


  • Klik aplikasinya dan tunggu keterangan apakah hp kompetible dengan aplikasi yang didownload. kemudian klik icon android yang ada di pojok kanan atas tab alamat browser. aplikasi akan secara otomatis tersimpan pada komputer/PC.

  • Selamat mencoba..